20 September, 2021
AYo Berbagi

Awak Media Rindukan Konfrensi Pers, Bupati Dan Wabub Rohil Yang Baru Perlu Dengarkan Aspirasi Jurnalis

Penulis : H.Yan Faisal

Jurnalis Rohil

Ayoberbagi–co.id-Bagansiapiapi-.Sekian lama dan bertahun-tahun rekan-rekan jurnalis di Rohil tidak mendengar undangan konfrensi pers dan caffe morning dengan Bupati dan Wakil Bupati Rohil duduk ramai bersama jurnalis yang bertugas di Rohil.

Miris sudah Terlalu lama  konfrensi pers tak pernah ada lagi terdengar sehingga membuat awak media lupa kapan terakhir pernah ada.

Tak pernah lagi konfrensi pers dan caffe morning mungkin boleh jadi akibat pandemi covid 19 seperti saat ini.

Atau lagi karena tidak ada anggaran atau dana,atau lagi Dinas yang sebenarnya  menjembatani mengurus agenda ini sudah ” Bosan ” dengan urusan ini.

Apa lagi kasus berlangganan koran beberapa waktu lalu mencuat kepermukaan sehingga muaranya ke APH (Aparat Penegak Hukum) termasuk Inspektorat secara internal.

Fakta atau Tidak namun yang jelas menurut catatan penulis jangan kan konfrensi pers maupun caffe morning untuk mendapatkan iklan 1 (satu) saja setahun Sungguh sulit.

Bermacam Alasan, lagi-lagi tidak ada anggaran,namun kenyataanya ada yang ” dugal ” dapat iklan,galeri maupun edvetorial.

Kalau kita bicara tentang fungsi kehumasan maka rasanya perlu pembagian tugas yang jelas dan dan sesungguhnya apa tugas pokok Infokomtik sebenarnya.

Karrna tugas kehumasan menyampaikan informasi sedangkan Infokom antara lain perizinan perangkat lunak , keras ( digital siber) terhadap pemerintah dan infrastruktur digital.

Jadi jika menelaah dengan seksama hendaknya ada kejelasan tupoksi kedepanya siapa juru bicaranya Pemkab itu sebenarnya atau corong resmi untuk komunikasi dua arah.

Terlepas dari hal tersebut maka secara berkala perlu di adakan caffe morning,konfrensi pers,adanya pelatihan kehumasan dan lain sebagainya di masa datang.

Dan tidak hanya membicarakan kontrak dan relis berita,tapi bekerja dan bekerja sehingga masyarskat mengetahui apa kegiatan Bupati,Wakil Bupati mereka hari ini melalui media.

Untuk mengingatkann dan mengetuk hati Bupati dan Wakil Bupati Rohil yang baru Afrizal Sintong dan H.Sulaiman SS.MH kiranya tidak memandang media sebelah mata.

Mengapa ? jawabanya sederhana saja sebagai pablik vigur mereka dengan memanfaatkan media dari berita hasil tulisan jurnalis atau wartawan mampu membesarkan nama mereka dan begitu juga sebaliknya.

Bukan itu saja juga mampu mensejajarkan mereka sehingga di kenal di kancah Nasional.

Sebut saja contohnya mantan Wali Kota Solo,mantan Gubernur DKI yang kini menjadi Presiden RI,Joko Widodo.

Atau sosok H.Annas Maanun mantan Bupati Rohil dan Gubri yang punya hubungan emosional dengan jurnalis sehingga satu ketika HPN Provinsi Riau di peringati di Rohil.

Penulis tahu sosok Afrizal Sintong menapak langkah mulai dari Ketua Pemuda di kampung kecil di Sintong hingga terpilih jadi Penghulu,anggota DPRD Rohil dan kini jadi Bupati Rohil sejak 8 Juni 2021 kemaren.

Begitu juga dengan Wabub H.Sulaiman SS.MH mantan birokrasi dan ASN ini sebenarnya cukup dekat dengan jurnalis .

Setidaknya ketika beliau pernah bersama berhaji 2006 lalu dengan penulis sering bercerita tentang jurnalistik ini.

Jadi apa lagi,ya hanya ada di kebijakan Bupati dan Wakil Bupati dengan mendelegasikan tugas ini kepada OPD sebagai pembantunya.

Ya,perkuat Disinfokomtik dan perlu pembenahan serta menguatkanya kinerja sebagai dapur mengolah pemberitaan dan penyambung lidah suara Bupati dan Wakil sebagai pimpinan alias majikannya yang mesti mereka layani lewat publikasi.

Tak ada alasan tidak jalan,mandek atau tidak punya amunisi karena konfrensi pers dan coffe morning itu sebenarnya tidaklah harus ada ” amplop ” sebagaimana alasan klasik tidak ada dana alias anggaran seperti yang di koar-koarkan oknum.

Penulis yakin,Afrizal Sintong dan H.Sulaiman paham dengan kondisi ini.

Namun yang penting adalah komunikasi dua arah dan timbal balik antara Pemkab,Jurnalis dan buah kerjanya sebuah publikasi positif di masyarakat.

Sehingga mampu menyampaikan pesan pemimpin dengan orang yang di pimpinnya lewat pemberitaan.

Jika ini di kemas Afrizal Sintong dan H.Sulaiman dengan baik lewat OPD di lingkunganya, maka sekecil apapun bakti dan buah kerja Bupati dan Wabup dapat di pastikan tidak akan luput dari pemberitaan awak media.

Begitu juga sebaliknya jika hanya mendengar cerita satu pintu dari orang atau Kepala OPD membidangi media dan informasi maka akan ” Gagal ” di mata publik karena sepinya pemberitaan media.

Kini Bupati Rohil yang baru tinggal menakar,memilih lalu memutuskan apakah jurnalis ini di biarkan begitu saja atau sebaliknya di rangkul atau di manfaatkan sebagai corong publikasi ?

Inilah yang di nantikan jurnalis alias wartawan di Rohil ke depanya dan jika menilk kemampuan finansial maka mungkin jawaban klasik soal anggara n akan dapat di anggarkan dan saya yakin pemimpin itu punya kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

akhirnya Pak Bupati,lihat dan dengarkan hal sepele ini seandainya jurnalis menjauh dan gagalnya komunikasi dua arah maka piliar ke empat ini tetap akan bekerja sesuai pengabdianya namun ibarat pepatah ada gula ada semut akan bergeser menjadi ada semut belum tentu ada gula***