6 Oktober, 2022
AYo Berbagi

Mabuk Miras Recok,Untung Ada Program Problem Solving,Kalau Tidak Tentu Masuk Bui

 

Ayoberbagi.co.id–Pekaitan–Subsektor Pekaitan Poksek Bangko Polres Rokan Hilir akhirnya mendamaikan kasus pengancaman dengan Sajam saat mabuk .

Problem Solving dilakukan Bhabinkamtibmas Sungai Besar Bribka Rigco Afrianis, menghadirkan kedua belah pihak bertikai.

Di Jalan Lintas SP 5 , RT 008 RW 004, Dusun SP5, Pekaitan.Sabtu (13/ 11/ 2021) Jam 21.00 WIB kemaren.

Si pemabuk itu, Sugianto (37 ) warga SP 5 RT 008 / RW004 Sungai Besar Kecamatan Pekaitan debgan saksi korban Amat Syafi’i ( 44 ) warga Bukit Damar RT 004 / RW004 Sungai Manasib Bangko Pusako dan Katno ( 53 ) warga SP 5 RT 008 / RW004 Sungai Besar Pekaitan. Dan Wagiyem (47 ) warga SP 5 RT 008 / RW004 Sungai Besar Pekaitan.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK yang dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH,Minggu (14/11/2021) membenarkan adanya Pelaksanaan Problem Solving atas pengancaman dengan Senjata Tajam yang terjadi di Dusun SP5 Kepenghulan Sungai Besar Kecamatan Pekaitan .

” Ketiga saksi korban sepakat menempuh jalan damai,mengakhir kasus pengancaman tersebut, ” Ucap AKP Juliandi SH.

 

kasubbag Humas Polres Rohil ini menyebutkan kejadian pengancaman dengan senjata tajam terjadi Sabtu (13/11/ 2021) jam 00.30 Wib .

Dimana akibat pengaruh alkohol yang di minumnya membuat Sugianto mabuk dan berteriak sekeras – kerasnya dari rumah dengan mengatakan tanaman di rusak orang.

” Korban Katno, Wagiyem merupakan tetangga Sugianto,inilahbpeliknya, ” Ucap AKP Juliandi SH.

Terpisah warga di sekitar TKP menyebutkan Sugianto datang ke tempat bongkar muat sawit tak jauh dari rumahnya d8 datangi Amat Syafii neminta jangan membuat onar di kampung tersebut.

Sugianto membawa senjata tajam dan mengancam,warga pun menghubungi Babhinkamtibmas setempat.

” Kedua belah pihak Memaafkan,
terlapor Bersedia memberikan ganti rugi sebagai upah – upah (sesuai hukum adat .

” Kalau tidak kuat minum miras,jangan minum,jangan buat onar dan buat,malu,maunya di kampung ini penjual miras di razia,karena sumber keonaran, ” Pinta Suki (54) warga Kecamatan Pekaitan saat di mintai tanggapan akibat miras berujung orang tersebut.

” Pak Polisi,Satpol PP,tolong datang,razia kedai penjual miras,ini buni Melayu dan sangat tidak etis, ” Ucap warga penuh harap.

(02/Sultan HF/Satria/01)