26 September, 2022
AYo Berbagi

Patroli Korpolairud Baharkam Polri BKO Polda Riau Tangkap Pelaku Dan 15 Kg Narkoba

Ayoberbagi.co.id–Pekanbaru- Pengiriman narkotika jenis sabu, seberat 15 kilogram di Pelabuhan Roro,Dumai, berhasil digagalkan.

Keberhasilan itu dilakukan Tim Kapal Anis Kembang 4001 dan Kapal Hayabusa 3008 Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Baharkam Polri, di Pelabuhan Roro Dumai Riau, pada Rabu (30/3/2022) siang.

Hal itu diungkap Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen M Yassin Kosasih yang datang menggelar konferensi pers di Mapolda Riau bersama Kapolda Irjen Muh Iqbal pada Selasa (5/4/2022) hari ini.

Brigjen Yassin mengatakan, Tim dari kedua Kapal BKO Polda Riau dikomandani AKP Mustofa dan Iptu Andi Yasser STrK mendapatkan informasi akurat dari masyarakat akan ada seorang membawa barang yang patut dicurigai narkoba (sabu) menggunakan tas gendong, menggunakan kapal Roro dari Pulau Rupat menuju Dumai.

“ Informasi itu, berisi tentang seseorang laki-laki yang membawa kardus, dan tas warna merah hitam, menaiki kapal Roro dari Pulau Rupat menuju Dumai membawa barang yang dicurigai sabu,” Ucap Brigjen Yasin Kosasih, didampingi Kasubdit Gakkum Polair Korpolairud Kombes Dadan.

Tim melakukan penyelidikan, dan pengintaian, urai Yassin, benar saja, saat Roro bersandar di Dumai, terlihat seorang pria membawa tas gendong dengan ciri ciri sesuai informasi yang diterima.

Setelah diperiksa, pria berinisial AH (35) merupakan petani dari Bengkalis membawa 15 paket narkotika jenis sabu.

“ Didalam tas ransel tersangka, ditemukan barang bukti berupa narkotika sabu, 15 kilogram,” Lanjut Brigjen Yassin.

Selain pengungkapan 15 kilogram sabu, Tim Gabungan juga berhasil menangkap 2 orang kurir narkoba, MS (32) dan HR (38), Sabtu (2/4/2022) lalu, di Pelabugan TPI Dumai dengan barang bukti 30,56 gram sabu.

Atas perbuatan itu, Tersangka AH dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 8 Tahun dan paling lama 20 Tahun.

Dihadapan awak media, Kapolda Riau Irjen Muh Iqbal mengatakan bahwa dalam kurun waktu 3 bulan dirinya diamanahkan menjadi Kapolda Riau, sudah 6 – 7 kali merelease tentang pengungkapan narkoba terkhusus sabu. Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada petugas BKO Korpolairud atas pengungkapan kasus narkoba diwilayahnya.

“ Ini menunjukkan komitmen negara terkhusus Polda Riau memberantas peredaran narkoba, bekerja sama dengan seluruh stake holder, bahwa semua mesin-mesin Polri dibantu dengan BNN dan stake holder lainnya bekerjasama agar barang ini tidak masuk,” ujar Iqbal.

“ Tidak ada celah bagi para penjahat terutama pengedar narkoba di Riau ini, kita jaga dan ungkap secara gencar, tiada hari tanpa pengungkapan secara maksimal,” Ucapnya.

(Relis Humas Polda Riau/02)