25 September, 2022
AYo Berbagi

Bahas Kelangkaan Solar Dan Antisipasi Macet Di SPBU, Polres Rohil Undang Pengusaha SPBU Se-Rohil

Ayoberbagi.co.id–Rohil–Guna mencari solusi dan membahas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi Polres Rohil menggelar peryemuan dengan pengelola SPBU yang ada di Rohil,Sabtu (19/3/2022) Jam 11.00 WIB .

Pertemuan ini dilatar belakangi imbas dari langkanya solar di Rohil.

Pertemuan ini dipimpin Kasat Reskrim Polres Rohil SKP Eru Alsepa Sik MH dan Kasat Lsntas Polres Rohil.

Pengusaha SPBU di Rohil turut berpartisipasi dan menamakan diri mereka dengan Forum Bersama Membahas Permasalahan BBM Bersubsidi Jenis Solar.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH usai pertemuan menyampaikan informasi hasil pertemuan tersebut.

” Ini Kegiatan Forum Bersama Membahas Permasalahaan BBM Bersubsidi dengan Pengurus SPBU Se Kabupaten Rohil, ” Ucap AKP Juliandi SH.

” Acara ini diisi rangkaian kegiatan, pengarahan dari Kapolres Rohil, Pemaparan Kasat Reskrim Polres Rohil, Pemaparan dari Kasat Lantas Polres Rohil dan Pembahasan Masalah dan Solusinya,” Ucap AKP Juliandi SH.

” lalu ada arahan dari Kapolres Rohil tentang Pengurangan Kuota Solar di SPBU di Rohil oleh Pertamina mengakibatkan terjadinya kemacetan lalu lintas pada saat pengisian di SPBU-SPBU, oleh sebab itu Kapolres menghendaki agar pihak SPBU saat jam pengisian Solar tidak malam hari karena dapat menimbulkan terjadinya kemacetan lalu lintas, ” Sebut Kasubbag Humas Polres Rohil ini.

Pihak SPBU diminta saat pengisian BBM dan Solar harus sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Riau .

” Kepolisian saat ini sudah memasang spanduk himbauan agar tidak melakukan penyelewengan menyalurkan BBM bersubsidi di SPBU di wilayah hukumPolres Rohil,” Tegas Kasubbag Humas Polres Rohil ini .

Pengantaran BBM tidak pasti sehingga tidak bisa dijadwal waktu pengisian dan surat edaran Gubernur Riau terdapat pembatasan pengisian BBM Solar dari mulai 40 Liter per kendaraan roda 2, 60 Liter untuk Kendaraan roda enam dan 100 Liter untuk Kendaraan roda delapan keatas.

” Apabila mengikuti surat edaran Gubri, tentu akan menyembabkan antrian panjang saat pengisian, diminta pihak SPBU berinisitif melakukan pembatasan pengisian BBM kurang dari surat edaran Gubernur, ” Ucap sebuah sumber enggan di publikasi.

Hasil kesepatan bersama jalan keluarnya, pihak SPBU bekerja sama dengan baik melaporkan kondisi terkini saat BBM bersubsidi tiba, sehingga sebelum terjadi kemacetan,Kepolisian dapat melakukan pengaturan lalulintas.

Dan disepakati pula pengisian Solar sampai Jam 21.00 Wib, apabila lewat Jam 21.00 WIB agar menambah karyawan melakukan pengaturan antri mengisi BBM dan mencatat nomor kendaraan yang mengisi BBM tapi yang mencatat bukan karyawan pengisian BBM ke kenderaan dan tetap menyikapi surat edaran Gubernur Riau tentang penbatasan tersebut.

(02/01)