Serang-Banten. HPN (Hari Pers Nasional) yang di peringati oleh insan pers di Indonesia setiap tanggal 9 Februari memiliki nilai dan makna sendiri bagi setiap jurnalis .
Tahun ini,JMSI kembali menggelar HUT ke 6 sekaligus acara puncak HPN di Kota Serang Provinsi Banten.
9 Februari juga bersamaan pula dengan Hari Ulang Tahun kelahiran JMSI (Jaringan Media Saber Indonesia).
Kini 9 Februari 2026 JMSI genap berusia 6 Tahun dan menjadi konstituan Dewan Pers.
JMSI mengelar serangkaian acara mulai dari seminar,diskusi dan puncaknya penyerahan anugrah JMSI Award Tahun 2026 di Hotel Horizon,Serang Banten.
Acara ini di hadiri seluruh Pengurus JMSI Provinsi, Kabupaten,Kota seluruh Indonesia dan tokoh politik,tokoh nasional,pers dan Menteri Kabinet Merah Putih .
Berkumpul memperingati HUT JMSI sekaligus memperingati HPN dengan beragam acara.
Turut hadir beberapa Menteri Kabinet Kabinet Merah Putih pembantu Presiden Prabowo Subianto.
Diantaranya Wanen Pertahanan,Kominfo,koperasi UMKM,Wanen Haji dan Umroh dan tokoh nasional lainya di hotel Horizon tersebut.
Walaupun jauh dari Kota Serang Provinsi Banten,Pengurus JMSI Provinsi Riau di bawah pimpinan H Dheni Kurnia hadir bersama Pengurus JMSI Kabupaten dan Kota dari Riau berjumlah 26 orang.
Wartawan senior,pendiri sekaligus Ketua PWI Perwakilan Kabupaten Rokan Hilir Pertama,H.Yan Faisal yang juga Direktur media online AYo berbagi online terbitan Rokan Hilir turut hadir di acara JMSI dan HPN di Serang Banten ini.
H.Yan Faisal bergabung bersama rombongan JMSI Bengkalis di pimpin Ketua JMSI Bengkalis,Bambang.
Juga dari jajaran pengurus JMSI Kota Pekanbaru,Dumai dan lainya.
Kepada media ini H.Yan Faizal menyebutkan setiap tahun sempena HUT JMSI di laksanakan dirinya turut menghadiri acara tersebut karena bersamaan dengan peringatan HPN.
Bagi H.Yan Faizal JMSI adalah rumah besar bagi pemilik perusahaan pers atau media tempat dirinya bernaung dan perusahaan media yang terverifikasi di Dewan Pers.
Kehadirannya ” Tunggal ” ke HUT JMSI dari Rokan Hilir murni panggilan hati,bukti cinta kepada organisasi besutan Teguh Santosa ini dan kedekatan historisnya dengan Ketua JMSI Riau,H Dheni Kurnia.
” Tidak ada membuat atau melayangkan profosal, mendatangi si A atau si B baik itu pejabat, mitra, murni hanya mengandalkan dukungan persahabatan yang mendukung ke berangkatan ke Serang Banten, ” Terang peraih Penghargaan 25 Profesi wartawan dari PWI Rohil Tahun 2017 dan Award sebagai perintis jurnalistik di Rohil bertugas 33 Tahun di Tahun 2023 lalu.
” Saya jelaskan, berangkat biaya sendiri,Alhamdulillah mendapat support dari mitra yang mendukung saya,namanya profosal itu tidak ada,jika ada itu bukan saya, ” Aku H.Yan Faizal.
Yan Faisal juga tercatat sebagai anggota Dewan Pakar JMSI Riau saat ini.
Pada kesempatan HPN ini,H.Yan Faizal menghimbau semua rekan-rekan Pers atau wartawan di Rohil untuk tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik,Prilaku Wartawan dan menjaga indipenden dan netralitas.
” Saya menghimbau nari menjaga KEJ,Prilaku wartawan,bekerjalsh secara profesional, jaga nama baik profesi,junjung tinggi Kopetensi, narwah, tidak terbawa-bawa oleh oknum yang menjadikan profesi ini hanya sebagai pelarian .
” Bekerjalah dengan baik,profesional,tingkatkan kemampuan individual dan skill,jaga berprilaku,mesti terpelajar, sopan-santun,karena kini persaingan sesamamedia itu semakin berat.
Hidup dan berkembangnya media online atau digital sangat tergantung dari jumlah pembaca dan berita bobot dari berita yang di tulis,oleh wartawanya, ” Terang anak kelahiran Bagan Hulu 57 Tahun lalu ini.
” Kalau soal resiko kerja,apapun pekerjaan itu hanya ada tiga resiko besar,pertama Rumah Sakit karena dianiaya ataunkeketasan,Penjara karena berlainan arus dengan rezim atau oknum,ketiga Kuburan karena di bunuh atau musibah murni,tahu sendirilah,ada wartawan di bunuh seperti di Jogya beberapa Tahun lalu,ada yang di anianya dan ada di tahan karena melawan rezim.
” Contohnya seperti Buya Hamka dan beberapa tokoh lainya, ” Aku H.Yan Faisal.
Ayah dua anak ini juga bernostalgia mengingat Tahun 2011 lalu saat bekerja di sebuah media lokal di Rohil,rumah pribadinya di jadikan kantor sementara sebagai dapur penbuatanberita di media tersebut.
Barulah berakhir setelah nediavtersebut menyewa rumah lain untuk di jadikan kantor redaksi
” Bagi jurnalis atau wartawan bobot dari berita yang mereka tulis itu di lihat dari jumlah pembaca dan kemitraan serta barometer pembaca sebagai relasi untuk tempat mereka di beritakan kegiatannya dan iklan produknya.
Intinya wartawan sering di cari oleh mitra dan pembaca sebagai sumber informasi akurat dan terpercaya. (***/Relis)

