25 September, 2022
AYo Berbagi

Budi Santoso Ketua Komisi B Pimpin Hearing dengan BUMD SPR Dan Dinas Perikanan Rohil

Ayoberbagi.co.id–Bagansiapiapi–. Komisi B DPRD Rohil Senin (4/4/2022) Jam 14.00 WIB sore menggelar hearing dengan SPBU PD.Sarana Pembangunan Rohiil.

Pihak BUMD PD. SPR
dan Dinas Perikanan Rohik terkait aksi unjukrasa Mahasiswa dan nelayan atas Sulitnya Membeli Bio Solar di SPBU  Sehingga Nelayan Tidak Dapat Melaut Menangkap Ikan  Kamis (31/4/2022) lalu.

Nelayan harus mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan untuk dapat Membeli bio solar di SPBU tersebut sebagai Persyaratan.

Hadir dalam hearing tersebut Kepala Dinas Perikanan Rohil M.Amin didampingi Endang SP Kabid Tangkap Perikanan,Direksi BUMD Kasmir Dahlan, Fadri ST,Rahmad Hidayat dan Zulfakar .

Ketua Komisi B Budi  Santoso didampingi Jaskhori,Ucok Muktar,Hendra membahas kinerja pelayanan BBM khusus untuk nelayan.

Jajaran Direksi BUMD menyebutkan awalnya pemgirangan BBM dengan kuota 32 ton kemudian 20 ton dan bahkan
16 ton sehari.

” Kami berupaya menambah kuota namun dari Pertamina yang dapat hanya 24 ton setiap hari  ” Ucap Kasmir Dahlan.

” Perminggu 8 ton kita berupaya meningkatkan konsumen karena sebelumnya telah menggelar rapat sesuai SE Pertamina 22 Februari 2022 dan melahirkan kesrpakatan bersama, ” Ucap Fadri ST.

Masaalah yang timbul karena nelayan ada 1600 kapal di Kecamatan Bangko.

” Yang boleh dilayani ambulan,Dispar,Damkar dan nelayan saja, ” Tambahnya.

Selain melayani masyarakat untuk pengisian 2 geregen hari ini sudah ada 500 surat rekomendasi untuk membeli dengan geregen, ” Artinya tidak ada lagi penjualan untuk umum jika melihat jatah nelayan dari surat rekomendasi, ” Tambah pihak SPBU ini.

” Membeli dengan deregen tidak dilayani lagi karena ancaman pidana,saat ini ada 78 masyarakat tidak ada rekomendasi lalu datang dengan membawa parang,pisau ke SPBU untuk mendapatkan BBM, ” Sebut Kasmir Dahlan

Kasmer Dahlan juga menyebutkan pada Sabtu-Minggu lalu terjadi ribut saat pengisian BBM Namun beruntung datang pihak Polsek dan Babinsa membantu mengamankan, ” Ucap Direksi BUMD Rohil ini.

Menurut Direksi SPBU plat merah milik Pemkab Rohil ini meminta agar ada  sepakat untuk rekomendasi tidak ada lagi membeli dengan deregen dan merencanakan menghidupkan kembali Stasion Pengisian BBM untuk nelayan

M Amin Kadis Perikanan Rohil menyebutkan Surat Rekomendasi yang dikeluarkan pihaknya untuk nelayan setelah sebelumnya mendata ukuran kapal,kekuatan mesin,daerah penangkapan selama ini, ” Kami tidak pernah mempersulit dan menunjuk pegawai khusus karena ada speck alasan kapasitas kapal besar 2 geregen tidak cukup .

Ketua Komisi B Budi  Santoso Mengaku merasa realisasi di lapangan berbeda tentang rekomendasi yang dikeluarkan  untuk nelayan.

Endang Kabid Tangkap Dinas Perikanan Rohil mengaku sudah mengluarkan 500 surat rekomendasi untuk nelayan di Bagansiapiapi, ” Untuk Pulau Halang saat ada 30 usulan rekom,Kubu,Sinaboi 10 orang, ” Akui Endang.

Tapi sayang rekomendasi yang diterbitkan tidak punya data,ukur kapal,besar kapal,panjang kapal,kekuatan mesin dari 0 sampa 5 GT.

Sementara itu anggota Komisi B DPRD Rohil JasKhori menyebutkan selain pribadi dan sebagai pelaku usaha perikanan menyebutkan susahnya untuk mendapatkan Bio solar Subsidi ini.

” Paling tidak kita membantu masyarakat,saya melihat di lapangan teknis di Dinas Perikanan itu betul namun praktek di lapangan tidak betul?, ” Sebut Jaskhori .

Dan nenyebutkan saat ini ada 8 unit dari 10 kapal apung penangkap ikan dengan jatah BBM.

” Bayangkan jika rekomendasi dari Dinas Perikanan hanya 2 geregen 1 hari,kemaren anggota saya mengambil di SPBU 4 hari tak dapat-dapat juga, ” Keluhnya.

” Terapkan secara benar Sesuai Aturan Rekomendasi, Jika berlaku sistemnya Akan berjalan Lancar , ” Pintanya.

” Jangan BBM itu habis dijual ke along-along, tolong ya SPBU Sisakan untuk masyarakat, ” Pinta politisi Partai Golkar ini.

Kasmir Dahlan menyebutkan selama ini nelayan mendapatkan BBM dari calo , ” Kini sudah distop,tidak dikasi minyak lagi sudah di stop 1 minggu, ” ucapnya.

Hering Komisi B dengan SPBU dan Dinas Perikanan ini disesalkan Ridho Hidayat dari Medialog Institut yang berdrmo Kamis (31/3/2022) lalu karena janji  hearing akan menyertai pihak mereka dan nelayan.

” Kami tidak diberitahu dan diundang begitu jugs dengan perwakilan nelayan,ada apa ini,” Ucap Ridho siap kembali turun ke jalan mensuarakan nelayan.

Hay**