24 April, 2024
AYo Berbagi

Catatan Sejarah Media Masa di Rohil Sempena Hari Pers Nasional 2023: Mingguan Suara Rohil Turut Andil Dalam Perkembangan Pers Di Rohil*

 

Penulis : Datuk H.Yan Faisal
(Dewan Pakar JMSI Rokan Hilir)

Ayoberbagi. co. id-Bagansiapiapi, Kota Bagansiapi tidak dapat dilupakan dalam catatan sejarah, sebagai kota kecil bercorak kota pelabuhan di Pesisir Selat Malaka ini sudah di kenal sejak Kesultanan Siak Seri Indrapura, saat menunjuk Tengku Ngah memimpin Bagansiapiapi di tahun 1874.

Diawal-awal kemerdekaan tahun 1946, terjadi peristiwa Bagansiapiapi yang pertama dan Kedua. Sebuah sejarah kelam yang patut terus diingat sebagai sebuah pembelajaran bagi generasi penerus Rokan Hilir bahwa saat awal mula kemerdekaan di Bagansiapiapi pernah terjadi perlawanan massa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945.

Setelah kejadian tersebut, pemberitaan tentang pergolakan Bagansiapiapi gencar diberitakan oleh media dan radio transistor saat itu, mulailah wartawan berdatangan dari Sumatera Utara atau Sumatera Timur serta Singapura meliput perkembangan perdamaian yang dilaksanakan di Bagansiapiapi.

Sejak saat itu situasi berubah di Bagansiapiapi, koran-koran yang terbit di Medan Sumatera Utara seperti Warta Deli dan Waspada jadi bacaan masyarakat Bagansiapiapi yang datang dari Medan dibawa kapal kayu dari Tanjung Balai Asahan.

Jika terbit hari Senin, maka akan dibaca oleh para pelanggan pada hari Kamis atau Jumat di Bagansiapiapi (lewat tiga atau empat hari koran tersebut telah sampai ke tangan pembaca setianya).

Waktupun berlalu, beragam koran dari berbagai Perusahaan Media massa masuk ke Bagansiapiapi, tak ketinggalan koran dari Sumatera Barat seperti Koran Singgalang dan Ganto Minang masuk pula ke Bagansiapiapi melalui Dumai yang dibawa kapal penumpang Dumai-Bagansiapiapi.

Seiring perjalanan waktu, meskipun Bagansiapiapi adalah ibukota Kecamatan Bangko bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Bengkalis, di tengah-tengah masyarakat telah terbit Tabloid Suara Rokan pada tahun 1980 dan terus berkembang hingga tahun 2002 dan akibat pasang surut waktu pernah vakum dan terbit kembali pada tahun 2010 oleh Hartoyo Mahyudin, adik kandung dari H. Sudarno Mahyudin, seorang sejarawan lokal juga seorang penulis kreatif yang kreatif panutan bagi para wartawan dimasa hidupnya.

Tahun 2000 saat Kabupaten Rokan Hilir berdiri, perlahan-lahan moda transportasi darat mulai menampakkan geliatnya, jalan utama masuk ke Bagansiapiapi ibukota kabupaten digesa pembangunannya gedung-gedung pemerintahan mulai di bangun seiring dengan derap pembangunan yang dilakukan oleh pemimpin daerah masa itu sebagai upaya mengejar ketertinggalan pembangunan dan mempermudah akses lalu lintas orang dan barang masuk ke daerah yang baru dimekarkan, begitu juga berbagai macam koran, majalah atau tabloid masuk dan beredar di Bagansiapiapi.

Sebagai bagian dari masyarakat yang plural, tiga orang wartawan yang sudah malang melintang berprofesi sebagai reporterdi media massa baik terbitan Medan maupun Pekanbaru, berinisiatif untuk mengambil peran dan tanggung jawab mengisi pembangunan di kabupaten yang baru dimekarkan dari induknya Kabupaten Bengkalis. Ketiganya adalah H. Yan Faisal, Jaka Abdillah dan Hermanto Amir, bersepakat untuk mendirikan sebuah perusahaan media.

Endingnya, H. Yan Faisal, Jaka Abdillah dan Hermanto Amir menghadap Notaris H. Khalidin, SH, MH, seorang notaris, pejabat pembuat akta tanah dan pejabat pembuat akta koperasi di Bagansiapiapi untuk menotariskan berdirinya CV. Suara Rokan Hilir Pers.
CV. Suara Rokan Hilir Pers ini menerbitkan koran lokal dengan nama Koran Mingguan Suara Rohil yang terbit tiap minggu atau empat kali dalam satu bulan di Bulan September 2012.

Terbit Perdana, minggu pertama September 2012, menyajikam berita utama 327 Orang Jemaah Calon Haji asal Rohil berangkat ke tanah suci.
Selain itu juga pada bagian bawahnya, ada berita yang menyajikan berita Pramuka Kader Terbaik Bangsa.

Tak tanggung-tanggung peluncuran terbit perdananya dilakukan di Ballroom Hotel Labersa Siak Hulu Kampar dan dibagikan secara gratis ke seluruh jemaah calon haji karena dalam halaman tengahnya terdapat seluruh nama-nama JCH asal Rohil yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah.

Koran Mingguan Suara Rohil eksis di eranya dengan sajian berita hangat baik berita nasional, internasional dan memiliki halaman khusus Serantau Rohil yang mengupas berita-berita dari semua kecamatan yang ada saat itu di Kabupaten Rokan Hilir.

Sajian beritanya cukup menggigit dan terkadang membuat “kepanasan” pembaca yang disentil oleh pemberitaan tersebut pada setiap edisi terbitnya.

Sontak saja gaya berita yang disajikan dalam Koran Mingguan Suara Rohil menarik hati Kabag Humas Setdakab Rokan Hilir Hermanto- yang di kalangan para kuli tinta biasa dipanggil Ulong Uban- mencoba menjembatani aspirasi redaksi Suara Rohil untuk punya halanan khusus Pemkab Rohil sebagai wujud kerjasama media massa.

Setelah berdirinya Koran Mingguan Suara Rohil ini dari Badan Usaha berbentuk CV (Comanditaire Vennootschap), maka pada Senin, 23 Februari 20.. naik tarap menjadi PT (Perusahaan Terbatas) sesuai ketentuan Badan Usaha sebuah media massa yang disyaratkan dalam kelompok badan usaha oleh Dewan Pers.

Jaka Abdillah yang didapuk menjadi pimpinan redaksi, setiap penghujung pekan harus memutar otak untuk mencari bahan berita yang akan diterbitkan di Suara Rohil.
Dalam seketika Koran Mingguan Suara Rohil dikenal oleh masyarakat Rohil dan di tunggu-tunggu pembacanya.

Sosok Jaka Abdillah tak di
ragukan lagi, alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara tahun 2001 ini saat di bangku kuliah telah aktif menulis dan bersama teman-teman sekelasnya dengan mendirikan Buletin Wal Ashri (Demi Masa) di Jurusan Kependidikan Islam, selain itu, ia juga aktif di beberapa organisasi mahasiswa dan pergerakan lainnya saat kuliah dulu. Ketertarikannya menjadi wartawan telah dijalaninya dengan sering menulis di mading kampus sehingga tak mengherankan dirinya banyak mengenal para wartawan yang biasa ngumpul di warkop gerobak depan kampus I IAIN Sumatera Utara di Jalan Sutomo Ujung karena di belakang kampus tersebut berdiri dengan kokohnya Kantor PWI Sumut di jalan Adinegoro Medan.

Suara Rohil semakin bersinar dengan bergabungnya mantan-mantan reporter asal Sumatera Utara dan Riau.

Namun bak bulan tak selamanya terang, Suara Rohil terimbas dengan tingginya biaya cetak dan transportasi serta ketatnya persaingan dengan media yang memiliki modal besar.

Tahun 2016, Suara Rohil redup karena krisis biaya cetak dan ada juga “tekanan” karena merasa sering mengkritik dan menjewer, ini yang dirasakan bagi yang merasa diberitakan.

Akhirnya Suara Rohil berhenti cetak atau terbit seiring mulainya terbit media lokal dan kiprah media online mulai tumbuh dan menjamur bak cendawan di musim hujan.

Tapi, kehadiran Suara Rohil bagaimanapun tetap tercatat sebagai salah satu bagian catatan sejarah perkembangan pers dan media di Riau, terkhusus di Bagansiapiapi Negeri Seribu Kubah, Rokan Hilir tercinta ini.

Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2023, semoga kedepanya Pers Indonesia lebih baik dan bermartabat, majulah media, jayalah wartawannya. (***)