27 November, 2022
AYo Berbagi

23 Tahun Kabupaten Rohil Dari Kewedanaan Hingga Pembantu Bupati Wilayah-I

 

Penulis : H.Yan Faisal
Seksi Dokumentasi/Humas Komite Perjuangan Pembentukan Kabupaten Rohil 1999

Rohil. Tahun 1958 setelah 13 Tahun Indonesia merdeka,beberapa tokoh politik,pemuda dan masyarakat Bagansiapiapi yang saat itu berada dalam daerah Swatantra Bengkalis memulai perjuangan untuk menjadikan Bagansiapiapi sebagai Daerah Swatantra Tingkat II di Provinsi Riau dan lepas dari Bengkalis.

Tokoh-tokoh ini seperti Husin Rambah,Penghulu Budin,Maamun dan M.Yunus Noor,mereka merupakan tokoh lintas sektoral dan berpengaruh saat itu.

Namun situasi Indonesia kala itu belum begitu kokoh karena berbagai peristiwa pemberontakan dan Provinsi Riau masih baru berdiri.

Niat untuk ” Lepas ” dari Bengkalis bagi tokoh-tokoh masyarakat yang berdomisili di Bagansiapiapi meliputi Kubu,Bangko,Tanah Putih tak tinggal diam,mereka berjuang dan puncaknya 18 Desember 1963 kembali mencetuskan pengusulan Daerah Swatantra Tingkat II Bagansiapiapi.

Tahun 1963,semua elemen masyarakat terlibat,mulai dari Camat,Penghulu,Partai Politik,Ormas,OKP dan Paguyuban kemasyarakatan menyuarakan hak Otonom daetah setingkat Kabupaten saat itu.

Kembali angin segar bergulir tokoh-tokoh sentral saat itu terus melobby Bengkalis,Provinsi dan hampir saja cita-cita Tahun 1958 terujud namun sayang tenggelam saat berakhirnya Orde Lama dan runtuhmya kekuaaaan Soekarno dan beralih ke Orde Baru.

Awal Orde Baru dan berlansung hingga 32 Tahun dengan terjadinya gelombang Reformasi,berakhir pula Orde Baru.

Kekuasaan beralih, Presiden Soeharto berganti dengan Presiden BJ.Habibie dan Mendagrinya Letjend Syarwan Hamid seorang putra kelahiran Siak mulai memberi sinyal adanya pemekaran Kabupaten baru.

Gubri saat itu Brigjend H.Saleh Jasid SH memberikan angin segar kembali,gelora untuk menjadi daerah Otonomi baru bertiup kembali di daerah Siak,Bagansiapiapi,Pasir Pangarayan dan Pangkalan Kerinci, (kelak jadi Ibu Kota Kabupaten Siak,Rohul,Rohil dan Pelalawan).

Kita kembali ke Bagansiapiapi,sejarahpun terulang tokoh Agama Chalifah Haji Madian,H.Marzuki AR,Lukman Jamil,Hasanudin SH,Murdani Muktar,Drs.Jhon Lukman (Camat Bangko saat itu) dan dari LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau Kecamatan Bangko bersama tokoh-tokoh PNS Kantor Pembantu Bupati Wilayah – I dan Camat Bangko,Bagan Sebembah dan Kubu kembali menggelorakan tuntutan untuk Daerah Tingkat II.

Dimulailah perjuangan itu dengan membentuk wadah perjuangan dan menyusun berbagai elemen dan komponen masyarakat dengan membawa issu memperjuangkan Kabupaten Otonom baru dengan nama Rokan Hilir.

Tanggal 5 Mei 1999 Pemgurus Harian Lembaga Adat Melayu Riau Wilayah Rokan Hilir diketuai H.Marzuli AR dengan Sekretaris H.Sudarno Mahyudin meberbitkan SK Susunan Personilia Komite Perjuangan Pembentukan Kabupaten Dati II Rokan Hilir.

Komite ini lansung bekerja menyampailan surat usulan ke Mendagri,Dirjend PUAD,Gubri,DPRD Ruau,Bupati Bengkalis,DPRD Bengkalis hingga ke Kepenghuluan dan masyarakat.

Rapatpun di gelar di Hotel Bagan,maka terbentuklah Susunan Panitia Persiapan Dukungan Pemekaran Wilayah Rokan Hilir yang diketuai Amran Rambah dibantu 5 orang Wakil Ketua dengan Sekretaris Ramli Haraffie dibantu 5 orang Wakil Sekretaris dan Bendahara dibantu 2 orang wakil Bendahara dengan 8 Seksi tertanggal 5 Mei 1999

Momite berjuang dengan membentuk Komite Penghubung di Bengkalis diketuai Ilyas RB dan H.Mustsmam SH sebagai Sekretaris dibantu oleh 5 Seksi dengan piluhan personilnya pada 12 Mei 1999.

Sedangkan untuk Penghubung di Pekambaru terbentuk 11 Mei 1999 dengan Ketua Harian H.Ahmafsyah Hataffie SH dan Sekretarisnya H.Khaidir Matwafa MA dengan 44 orang personil.

Setelah itu dengan SK nomor : 109/KPPRH/VI/1999 Tanggal 9 Juni 1999 terbentuklah Panitia Mubes (Musyawarah Besar) masyarakat Rohil dengan Ketua Pelaksana H.Azhar.A.SE dibantu 3 orang Wakil Ketua dengan Sekretaris H.Rusli Effendi dibantu 3 orang Wakil Sekretaris,2 orang Bendahara Rudi Harsono dan Nazief Taman dibantu oleh 10 Seksi dengan jumlah personilnya 141 orang (termasuk pemulis yang saat itu Seksi Dokumentasi/Humas) dibawah komando Mashur (PNS Juru Penerangan Kecamatan Bangko) dan H.Tatang Hartono.

Mubes di pusatkan di GOR Perguruan Wahidin,Kota Bagansiapiapi jadi tumpuan dengan datangnya Tim Penghubung dari Pekambaru,Bengkalis dan Kecamatan Bangko sebagai tuan rumah,Kubu dan Bagan Senembah.

Perlu dicatat disinilah tampil peran Mahasiswa yang masih belia tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pelajar Bagansiapiapi bersuara lantang tentang Ibu Kota Rohil di Bagansiapiapi.

Ketua Himappi saat itu M.Abduh bersama rekanya Kasmer Dahlan,Syaiful Tarmizi,Muhammad Hidayat dan tokoh-tokoh lainya lantang menyuarakan Bagansiapiapi sebagai Ibu Kota Kabupaten Rokan Hilir nantinya.

Ini sejalan dengan yang disuarakan Husin Rambah Tahun 1958 dan saat M.Yunus Noor dan kawan-kawan berjuang di Tahun 1963.

Waktu bergulir 4 Oktober 1999 di Gedung DPR-RI Jakarta di syahkan secara politik Daerah Otonom baru dengan nama Kabupaten Rokan Hilir.

Wan Syamsir Yus diangkat sebagai Plt Bupati Pertama Rohil dan digelarlah acara syukuran saay itu.

Kemudian dalam pemilihan Bupati di DPRD Rohil terpilihlah Drs.H.Wan Thamrin Hasyim-Ilyas RB (satu priode) selanjutnya dalam persta demokrasi terpilih H.Annas Maamun-H.Suyatno (dua priode) dilanjutkan oleh H.Suyatno-Jamiludin (satu priode) dan kini estafet Bupati di emban Afrizal Sintong SIP-H.Sulaiman Azhar SS.MH (priode saat ini).

Hari ini,Selasa (4 Okotober 2022) HUT KKe 23 Kabupaten Rohil di peringati dalam sebuah upacara di depan kantor BPKAD di Jalan Merdeka Bagansiapiapi dengan Inspektur Upacara Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP.

Puncaknya di DPRD Rohil digelar Sidang Paripurna Istimewa dipimpin Ketua DPRD Rohil,Maston dan dihadiri seluruh anggota DPRD,Bupati Rohil dan Forkopinda, Kepala OPD serta undangan lainya.

Berbeda untuk HUT ke 23 ini dimana personil Komite Perjuangan Pembentukan Kabupaten Rohil berhasil menggagas dan membentuk Forum Pejuang Komite Perjuangan Pembentukan Kabupaten Rokan Hilir dan mendirikan sebuah Yayasan dan membentuk Panitia Perngatan HUT Rohil ke 23 yang akan memberikan Penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan Kabupaten Rohil dulunya.

Forum ini diketuai H.Azhar.SE.Msi ,H.Syaiful Anwar,Bahtiar SH,H.Yan Faisal,Ridayanti Hasanudin SH,Hj.Sariana Ramli Haraffie,H.Nirwan.A,Tabrani Mustafa,Iskandar Asnur,Wesdy,Hj.Yanti Poniran dan belasan personil lainya.

Dimana Forum dan Yayasan ini juga diisi oleh tokoh-tokoh muda anak dari anggota Komite baik yang masih ada maupun yang sudah mendahului kita akan menghimpun seluruh personil dan tokoh-tokoh dalam Komite yang telah dicatat sejarah sebagai pelaku di Tahun 1999 lalu.*****