AYo Berbagi

Melawan Lupa,Tahun 1964 Pernah ada Pesawat Mendarat Di Sedinginan

Ayoberbagi.co.id–Sedinginan–Sungai Rokan merupakan sebuah sungai yang berada di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

 

Sungai Rokan nemiliki keindahan yang menarik di seberang pinggiran sungai yang ditumbuhi pepohonan yang teduh beserta pemandangan rumah warga yang berciri khusus berupa rumah panggung.

Di Sungai Rokan sendiri memiliki fakta unik yang menarik dan menjadi sumber perbincangan di kaum remaja yang ingin tahu kebenaran fakta tersebut.

Ada tiga narasumber yang menyaksikan yaitu Hj. Rohani (73 tahun), Syamsuar (70 tahun) dan H. Dahsyim Kholid (66 tahun)

Dahulu pada tahun 1964 ada sebuah kapal terbang yang bernama Belibis bermuatan empat orang yang melintasi daerah Sedinginan Tanah Putih. Kapal terbang atau yang dikenal sekarang Pesawat yang di kemudi oleh seorang pilot yang bernama Kardono, dan hanya sang pilot yang ada di kapal terbang tersebut.

Dikabarkan kapal terbang ini dari Jakarta yang melakukan pelatihan mengemudi di daerah Riau.

Pada saat kapal terbang kehabisan bahan bakar sang pilot hendak mendarat di lapangan luas.

Tetapi tidak di temukannya lapangan luas melainkan hanya melihat sawah padi terbentang lebar yang sudah sangat menguning. Dan sang pilot tidak jadi untuk mendarat.

Setelah melakukan perjalanan sang pilot menemukan sebuah sungai di mana sungai itu adalah sungai Rokan. Disitulah sang pilot mendarat yaitu di Hilir Sedinginan.

Warga yang mendengar kabar langsung bersembunyi, ketika sang pilot melambaikan bendera Merah Putih banyak warga berdatangan untuk melihat fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya di sungai rokan.

Rohani mengatakan “pilot ini selama tiga hari menginap di salah satu rumah warga sampai akhirnya kapal di bawa ke pelabuhan papan di mudik Tanah Putih. Kapal terbang di tarik oleh motor Ensun Bot Cina ke Pelabuhan”

“Sebelum Kardono pergi ia memberikan amanah untuk anak-anak warga yang ingin masuk ke sekolah angkatan hubungi beliau karena beliau siap membantu” lanjut Rohani

Syamsuar juga menambahkan “Sesekali sang pilot ( Kardono) melintasi sedinginan dan menandakan bahwa ia yang datang dengan mengelilingi sebuah makam keramat yang ada di Sedinginan”

“Setelah selama 3 bulan sesudah peristiwa itu Sang Pilot (Kardono) datang kembali ke Sedinginan yang bertujuan hendak berziarah di makam keramat (Syekh Abdul Kholid) sembari berdoa”. Sambung Dahsyim

“Untuk dokumentasi terjadinya peristiwa ini tidak ada karena pada tahun 1964 kami belum mengenal teknologi” Lanjutnya

(Annisa Mahrani)