15 Agustus, 2022
AYo Berbagi

Berkas Lengkap, Polda Riau Akan Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Karhutla PT BMI

Ayoberbagi.co.id–Pekanbaru– Polda Riau konsisten dalam penegakan hukum menyangkut lingkungan hidup.

Kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan menjadi komitmen Presiden Joko Widodo dalam menegakkan hukum terkait kejahatan lingkungan hidup, penegakkan hukum harus dilakukan dengan tegas baik adminitratif, perdata dan pidana lakukan dengan tegas siapapun pemiliknya sehingga menimbulkan efek jera terhadap perusahaan maupun perorangan.

Hal ditegaskan saat Rakornas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (6/2 2020 ) lalu di Jakarta.

Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang penanggulangan kebakaran hutan dan lahan mengamanatkan Kapolri untuk mengefektifkan upaya hukum pidana terhadap perbuatan melanggar hukum terkait Karhutla

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan, kasus kebakaran hutan yang dilakukan oleh korporasi menjadi salah satu prioritas Polda Riau dalam penegakan hukum, salah satunya adalah kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan di PT BMI seluas 94,66 Hektar di Desa Jambai Makmur Kandis, Siak, Riau, yang terjadi Maret 2020 lalu.

Penyidikan dilakukan Ditreskrimsus Polda Riau telah meminta pertanggungjawaban koorporasi yang diwakili,CH selaku Direktur PT BMI dengan menetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan Tindak Pidana di bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 dan atau Pasal 109 Jo Pasal 116 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkugan hidup.

” Beberapa hari lalu Berkas Perkara PT BMI dinyatakan lengkap oleh JPU Kejaksaan Tinggi Riau (P21), penyidik segera menyerahan tersangka dan barang bukti,” Ucap Sunarto, Selasa (14/12/2021).

Dijelaskan Sunarto, penegakkan hukum yang dilakukan ke PT BMI ini sebagai bentuk negara hadir dan tidak kalah dari kejahatan dengan memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan merasakan birunya langit Riau tanpa asap karena menurunnya jumlah titik api (fire spot) Tahun 2021 dan terjaganya kualitas udara di Riau menjadi lebih baik.

” Polda Riau memberikan himbauan kepada pelaku usaha dan masyarakat agar tidak melakukan tindakan menimbulkan kerusakan lingkungan,” Jelasnya.

Berdasarkan Surat perintah penyelidikan Dirreskrimsus Polda Riau Nomor: SP.LIDIK/55/III/2020/RESKRIMSUS, 17 Maret 2020 Tim penyelidik Subdit IV dipimpin oleh Kompol Andi Yul Lapawesean telah melakukan tahapan penyelidikan berupa mengumpulkan bahan keterangan saksi-saksi, ahli, pemeriksaan dan identifikasi awal di TKP dengan melibatkan Ahli Kebakaran hutan dan lahan Prof Dr Ir Bambang Hero Saharjo, M.Agr disertai dengan pengambilan sample uji laboratoris, Ahli Perizinan usaha perkebunan Alisyak untuk memeriksa kesiapan peralatan pemadam kebakaran PT BMI, Ahli Pengukuran dan pemetaan tematik Suharyanto ST untuk mengidentifikasi luasan areal terbakar dan Ahli dibidang Lingkungan Hidup Nelson Sitohang SKM, MScPH untuk mengetahui pengelolaan lingkungan sehubungan dengan terjadinya kebakaran lahan didalam areal izin usaha perkebunan kelapa sawit PT BMI yang diketahui terjadi hari Sabtu ( 29/22020) sekira Jam 10.00 WIB.

” Kebakaran berawal dilokasi daerah aliran sungai yang berdekatan Blok G 1 areal PT BMI,” kata Sunarto.

Terkait kebakaran hutan dan lahan di PT BMI telah dinyatakan P21 oleh Kejati Riau dan saat ini dilakukan koordinasi untuk pelaksanaan penyerahan tersangka dan barang bukti Tahap 2.

(Relis Humas Polda Riau/Tim AYo berbagumi)